Tuesday, April 30, 2019

Hasil Pemilu Serentak 2019 - Kota Pekalongan

Data ini akan otomatis update bila ada entry data terbaru. terima kasih

Labels:

Saturday, December 31, 2005

Share File dengan NFS

Repot juga punya data terpisah di komputer lain. musti bolak balik login, kebetulan keduanya pake FreeBSD ( FreeBSD 5.4-stable ama FreeBSD 6.0-stable ). Pas liat di handbook, eh eh ada NFS (network file system).

rencananya spt ini:
Data yg ada di comp1 bisa saya akses dari comp2, krn space hardisk di comp1 lebih besar dan biar enak kalo nyimpen data dari comp2 ga perlu login ( biasanya aku pake ftp atau scp ) untuk memindahkan file.

Pada host comp1 (sbg NFS server):
--------------------------------------------------------

- membuat file /etc/exports, isinya :
/home/wus comp2

*semua file pada /home/wus di export (share) ke host comp2

- Jalankan :
#> rpcbind -h 192.168.0.1

#> nfsd -u -t -n 4 -h 192.168.0.1

#> mountd -r


pada host comp2 (sbg NFS client) :
--------------------------------------------------------

- membuat mount point
#> mkdir /home/wus/comp1

- Jalankan :
#> nfsiod -n 4
#> mount comp1:/home/wus /home/wus/comp1

dokumentasi lengkapnya ada di Handbook dan manual ( see man rpcbind, man nfsd, man mountd, man nfsiod ).

membuat startup :
------------------------------

pada /etc/rc.conf di
comp1, tambahkan :
rpcbind_enable="YES"
rpcbind_flags="-h 192.168.0.1"
nfs_server_enable="YES"
nfs_server_flags="-u -t -n 4 -h 192.168.0.1"
mountd_enable="YES"
mountd_flags="-r"

pada /etc/rc.conf di comp2, tambahkan :
nfs_client_enable="YES"
nfs_client_flags="-n 4"

pada /etc/fstab di comp2, tambahkan :
comp1:/home/wus /home/wus/comp1 nfs rw 0 0


Tuesday, December 27, 2005

Now, it's become FreeBSD 6.0-STABLE #0: Mon Dec 26 19:02:32 WIT 2005, but still my sound doesn't work at all, god damn.

Thursday, December 22, 2005

Caching DNS dengan PDNSD

BIND sebagai DNS server memang bisa juga difungsikan sebagai DNS cache only, dimana fungsi ini hanyalah untuk memforward domain request client ke DNS server lain dan kemudian menyimpannya (caching) untuk sementara kedalam memory resource sampai dengan kapasitas tertentu. Hal ini tentunya kurang menguntungkan bagi server-server yang tidak up terus menerus karena ketika server restart cache akan mulai lagi dari awal.

Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan pdnsd untuk kepentingan tersebut, keuntungannya yaitu tidak seperti BIND yang menyimpan cache nya di memory akan tetapi cache akan tersimpan dalam disk yaitu dalam file pdnsd.cache . Jadi cache akan tetap tersimpan meski server kita restart.

berikut yang saya coba :

1. Install pdnsd via ports

#> cd /usr/ports/dns/pdnsd
#> make install clean

2. Konfigurasi pdnsd ( /usr/local/etc/pdnsd.conf )

File configurasi pdnsd saya yg diedit dari /usr/local/etc/pdnsd.conf.sample

#> cat /usr/local/etc/pdnsd.conf

// $Id: pdnsd.conf.in,v 1.4 2000/11/11 20:32:58 thomas Exp $

global {
perm_cache=4096;
cache_dir="/var/db/pdnsd";
max_ttl=604800;
run_as="nobody";
paranoid=off;
proc_limit=200;
procq_limit=250;
server_port=53;
server_ip="192.168.0.254";
status_ctl=on;
}

server {
ip="203.130.208.18";
ip="202.134.0.62";
ip="202.155.0.20";
ip="202.134.0.62";
ip="203.130.196.5";
ip="202.134.0.155";
ip="202.134.2.5";
ip="203.130.196.6";
timeout=30;
interval=30;
uptest=ping;
ping_timeout=50;
purge_cache=off;
}

source {
ttl=86400;
owner="localhost.";
# serve_aliases=on;
file="/etc/hosts";
}



*keterangan
global section :
perm_cache= besar file cache (kilobyte)
server_port= port pdnsd akan listen
server_ip= IP pdnsd akan run
status_ctl= memonitor pdnsd dgn pdnsd-ctl

server section :
ip= ip dns server kemana kita akan forward dns request

penjelasan selengkapnya ada di man pdnsd.conf , man pdnsd , man pdnsd-ctl
startup pdnsd juga akan otomatis terinstall pada /usr/local/etc/rc.d/pdnsd.sh

Friday, December 16, 2005

Konqueror dan flashplugins ( FreeBSD 6.0 RELEASE )

Pas kemarin browsing, konqueror nya ga bisa baca flash, eneg juga jadinya. meski ga butuh banget ama tampilan gambar2 .swf nya, popup msg bakal muncul terus dan mengganggu sekali. jadi akhirnya ng-install flashplugin.

dari tutorial yang ada disini :
http://freebsd.kde.org/howtos/konqueror-flash.php

berikut langkah2 saya dalam instalasi :

ledok# cd /usr/ports/www/linuxpluginwrapper
ledok# make install clean

nunggu sampai instalasi selesai, cukup lama juga krn koneksi disini kecil dan banyak dependency yg harus di fetch.

setelah install nya selese, aku bikin file /etc/libmap.conf , isikan berikut ini :


# Flash6 with Konqueror
[/usr/X11R6/lib/linux-flashplugin6/libflashplayer.so]
libpthread.so.0 pluginwrapper/flash6.so
libdl.so.2 pluginwrapper/flash6.so
libz.so.1 libz.so.3
libstdc++-libc6.2-2.so.3 libstdc++.so.5
libm.so.6 libm.so.4
libc.so.6 pluginwrapper/flash6.so

kemudian di konqueror-nya, masuk ke setting -> configure konqueror -> plugins -> scan for new plugins

buka tab plugins, cek apakah informasi flash plugin udah terinstall. selanjutnya baru coba ngebrowse lagi ke flash-web.

Thursday, December 15, 2005















Akhirnya selese juga donlod FreeBSD 6.0 dan install nya

wus~/> uname -a
FreeBSD ledok.gnetbsd.com 6.0-RELEASE FreeBSD 6.0-RELEASE #0: Thu Nov 3 09:36:13 UTC 2005 root@x64.samsco.home:/usr/obj/usr/src/sys/GENERIC i386
|wus~/>